Air Putih

Budayakan Hidup Sehat karena Sehat adalah Gaya Hidup

Manusia Pohon? “Virus Yang Sangat Ganas!”

Posted by drfatnan pada Desember 28, 2007

Julukan “Manusia Pohon” atau “Manusia Akar” kini melekat pada diri Dede (37). Ia menderita penyakit kutil yang menyebar sejak berusia 17 tahun.

 manusia pohon berbaringDede si ’Manusia Akar’ asal Cililin Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengundang perhatian dunia. Sebuah lembaga di AS dan Inggris dikabarkan berminat mengobati Dede di negara mereka. Dokter asal Amerika Serikat, Anthony Gaspari, mengatakan pihaknya berminat untuk membawa Dede ke negerinya. Yang diperlukan oleh dia adalah kemudahan perizinan seperti paspor, visa, dsb.

Namun Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan (Depkes), Lily Sriwahyuni Sulistiyowati, mengatakan Depkes tidak akan memberi izin kepada pihak mana pun yang akan membawa Dede ka luar negeri. Pasalnya, penyakit Dede adalah spesimen penyakit yang memang perlu diteliti oleh ahli kesehatan Indonesia.

Ini bermula dari:

SEORANG pengidap penyakit kulit aneh ditemukan di Jawa Barat. Keberadaan Dede, nama pengidap penyakit aneh itu, diungkap oleh Discovery Channel. Jaringan televisi itu kemudian membawa seorang ahli penyakit kulit (dermatologi) dan ilmu kekebalan tubuh (imunologi) ternama dari AS, Anthony Gaspari, untuk menjenguk Dede tengah pekan ini.

Dokter Gaspari terperangah ketika pertama kali bertemu Dede di rumahnya. Penyakit kutil Dede berkembang liar, sehingga menjadi seperti akar pohon yang menjulur dari kedua tangan dan kakinya. “Kutil-kutil ini mulai tumbuh dan lambat laun menjalar setelah lutut saya tergores dalam sebuah kecelakaan ketika saya masih remaja,” kata Dede seperti dikutip Discovery Channel, Jumat (16/11) lalu.

Discovery Channel tak menyebut nama desa, kecamatan atau kota/kabupaten di mana Dede tinggal. Hanya ditulis bahwa Dede yang berusia 35 tahun, tinggal di sebuah desa pesisir di selatan Jakarta. Kemungkinan, desa itu berada di Cililin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Karena penyakitnya itu, Dede kemudian diolok-olok sebagai `manusia pohon` oleh lingkungan sekitarnya. Sejak beberapa tahun lalu, Dede tak bisa menjalani hidupnya dengan normal karena penyakitnya itu. Yang mengenaskan, tak hanya dipecat dari tempat kerjanya, Dede juga dicerai istrinya karena penyakitnya.

Namun, dia kini masih tinggal bersama dua putrinya yang menginjak remaja, yang mengaku sudah menyerah untuk mencarikan penyembuhan bagi Ayah mereka.

Selain karena keterbatasan biaya, keluarga Dede mengatakan bahwa para dokter di daerahnya mengaku tak punya obat untuk penyakit tersebut.

Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Dede gabung kelompok pertunjukan `manusia aneh`, yang para anggotanya memiliki kelainan-kelainan fisik langka. Kelompok itu menggelar `pertunjukan aneh tapi nyata` yang dikarciskan, dengan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain.

Kelainan Genetika

Setelah melakukan tes laboratorium atas penyakit Dede, dokter Anthony Gaspari menyimpulkan bahwa penyakit yang diderita Dede disebabkan oleh virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV). Sebetulnya, HPV bukanlah virus aneh, karena cukup umum ditemukan juga pada kutil-kutil lain.

Yang membuat virus itu berkembang liar di tubuh Dede karena dia memiliki kelainan genetik yang langka. Kelainan genetik itu menghalangi sistem kekebalan, yang membuat tubuh Dede tak mampu membendung pertumbuhan kutil-kutil.

“Karena anomali di sistem kekebalan tubuh itu, HPV dengan mudah membajak `mesin` sel di kulit Dede, memerintahkan sel itu untuk menghasilkan sejumlah besar zat yang menyebabkan tumbuh suburnya kutil,” kata Gaspari, yang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, AS.

Awalnya, Gaspari menduga Dede terkena AIDS karena sejumlah tipe penting darah putihnya sangat rendah. Namun, uji laboratorium kemudian menunjukkan, Dede tak terkena AIDS. Bahkan, Gaspari mendapati bahwa kondisi imunitas Dede adalah sesuatu yang sangat jarang dan misterius. Sebab, kecuali hanya masalah kutilnya, kondisi kesehatan organ tubuh Dede yang lain bagus.

“Padahal, seseorang dengan sistem imunitas yang rendah, semestinya mudah terkena penyakit. Begitu pula, tak satupun dari kedua orang tua dan saudara-saudara kandungnya menunjukkan tanda-tanda menderita kutil itu,” kata Gaspari pada koran Inggris Telegraph.

“Kemungkinan penderita penyakit ini adalah tak sampai satu dalam sejuta orang,” imbuhnya.

Tapi, Gaspari yakin bahwa sebagian besar kutil Dede akan bisa disingkirkan dari tubuhnya lewat pengobatan dengan sejenis vitamin A sintetis. Formula itu telah terbukti mampu mematikan pertumbuhan HPV dalam banyak kasus.

“Tentu saja, dia tak akan memiliki tubuh yang normal seperti sedia kala. Tapi, kutil-kutilnya akan berkurang banyak hingga dia bisa memfungsikan kembali tangan dan kakinya dengan lebih baik,” kata Gaspari.

“Selama tiga hingga enam bulan, kutil-kutil itu akan menjadi lebih kecil dan lebih sedikit jumlahnya. Ia akan bisa hidup lebih normal,” terangnya.

Gaspari berharap bisa mengusahakan pengobatan gratis untuk Dede ke perusahaan-perusahaan obat-obatan. Selanjutnya, penanganan pengobatan akan dilakukan bekerjasama dengan para dokter Indonesia di bawah supervisi dirinya.

“Saya juga berkeinginan membawa dia ke Amerika untuk menjalani tes guna mengetahui dari mana asal muasal kondisi rendahnya imunitas Dede berasal. Tapi, kami masih sedang mencarikan dukungan dana,” kata Gaspari.

Dede sendiri merasa lega karena diyakinkan oleh Gaspari bahwa kutil-kutilnya akan bisa disingkirkan. “Saya tak ingin meninggal dengan penyakit ini. Saya ingin panjang umur sehingga bisa melihat cucu kelak,” kata Dede yang ditemani salah seorang putrinya ketika ditemui Gaspari. 

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyakit apa yang diderita si Manusia Pohon, Dede (3Cool, asal Kabupaten Bandung. Tim dokter dari RS Hasan Sadikin (RSHS) masih terus memeriksanya. Kutil yang berakar dan bertandung di ujung kaki dan tangan itu diduga oleh virus.

“Dari diagnosa sementara, Dede mengidap Epidermodisplasia veruciformis dan giant cutaneous horn disebabkan oleh human papiloma virus (HPV),” jelas Menkes Siti Fadillah Supari dalam jumpa pers seusai menjenguk Dede di RSHS, Bandung, Minggu (25/11/2007).

Namun, Menkes belum bisa memastikan penyakit apa sebenarnya yang menyerang Dede. Menkes masih terus menjalin komunikasi dengan tim dokter yang menangani Dede, yang dipimpin dr Rahmat Dinata. “Belum tahu jelas penyakitnya apa. Kenapa kutilnya berbentuk tanduk di ujung-ujung kaki dan tangan,” kata Menkes. 

Berita lain

11 Dokter Pangkas Kulit Tangan ‘Manusia Pohon’
Senin 26 November 2007, Jam: 19:47:00
BANDUNG (Pos Kota) – Sebelas dokter RSHS Bandung, siap memangkas kulit tebal kaki dan tangan “Manusia Pohon’ Dede,37, asal Kampung Bunder, Kabupaten Bandung Barat, karena sudah tak berfungsi.

Kulit tersebut, akan dipangkas untuk meringankan beban berat pada tubuh pasien. “Dipangkas pun tak masalah karena pembuluh darah pada kulit sudah tak berfungsi,” kata ketua tim medis Dr Rahmat Dubata, SPKK, Senin (26/11).

Dijelaskannya, rencana pemangkasan kulit tebal yang tumbuh menyerupai akar pada kaki dan tangan bias dilakukan dalam waktu dekat, jika hasil diagnosa pasien menujukan angka positif.

Berdasar pemantauan, lanjut Rahmat, kondisi stamina pasien menujukan terus menurun. Hal ini terjadi, virus yang ada pada tubuh diduga kuat terus menjalar ditambah jaringan kulit pada pasien banyak yang sudah rusak.

Jalan yang kini sedang ditempuh diantaranya mengambil sampel DNA untuk diperiksa intensif dan dikirim ke RS kanker Yayasan Dharmais di Jakarta.

KUTIL AKUT
Rahmat menjelaskan, Dede merupakan seorang dari belasan pasien di dunia yang terserang penyakit kutil akut. Selain di Indonesia, masalah tersebut terjadi pula di Thailand dan Eropa.

Dari belasan pasien dunia yang terserang penyakit ini jarang berhasil disembuhkan meski ditangani medis sepenuhnya.

Penyakit pasien ini, menurut Rahmat, sejenis kutil yang biasa terjadi pada banyak orang. Kutil ini bisa menjadi akut seperti dialami pasien, karena kekebalan tubuh Dede cukup buruk sehingga tak mampu lagi menahan serangan virus.

Kutil dalam istilah medis disebut Papilloma. Papilloma itu sebenarnya sejenis tumor jinak pada kulit, berasal dari penebalan lapisan luar kulit yang berlebihan. Bentuk kutil ini bisa bermacam-macam. Bisa besar-besar atau bisa juga kecil-kecil. Biasanya memang kalau dipegang tidak sakit, dan kalau sudah sangat besar, bisa saja berdarah kalau lecet. Bila sudah besar biasanya bentuknya seperti bunga kol.

Kutil disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini memang menyerang kulit dan salah satu jenis penyakitnya yaitu menimbulkan kutil kecil-kecil di telapak tangan.

Human Papillomavirus (HPV)
Apakah HPV Itu?

Ada lebih dari seratus virus yang dikenal sebagai virus papiloma manusia (human papilloma virus/HPV). Virus tersebut lazim terjadi. Satu penelitian ditemukan HPV pada 77 persen perempuan HIV-positif. HPV menular dengan mudah melalui hubungan seks. Dipikirkan 75 persen orang yang aktif secara seksual yang berusia 15-49 tahun di AS mengalami sedikitnya satu jenis infeksi HPV.

Berbagai jenis HPV menyebabkan kutil umum pada tangan atau kaki. Infeksi pada tangan dan kaki biasanya tidak menular melalui hubungan seks. Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kutil kelamin pada penis, vagina dan dubur. Odha dapat mengalami luka yang lebih buruk di dubur dan daerah rahim. HPV juga dapat mengakibatkan masalah pada mulut atau pada lidah dan bibir. Jenis HPV lain dapat menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal yang disebut displasia. Displasia dapat berkembang menjadi kanker dubur pada laki-laki dan perempuan, dan kanker leher rahim (cervical cancer), atau kanker penis.

Displasia di sekitar dubur disebut neoplasia intraepitelial anal (anal intraepithelial neoplasia/AIN). Epitel adalah lapisan sel yang meliputi organ atau menutupi permukaan tubuh yang terbuka. Neoplasia berarti perkembangan baru sel yang tidak normal. AIN adalah perkembangan sel baru yang tidak normal pada lapisan dubur.

Displasia pada daerah leher rahim disebut neoplasia intraepitelial serviks (cervical intraepithelial neoplasia/CIN). Tampaknya AIN dan CIN lebih umum pada Odha dibanding orang HIV-negatif.

Bagaimana HPV Ditemukan?

Untuk menemukan HPV, dokter mencari displasia atau kutil kelamin.

Displasia dapat dideteksi dengan tes Pap (Pap smear). Tes ini biasanya dipakai untuk memeriksakan leher rahim perempuan. Tes ini juga dapat dipakai untuk memeriksa dubur laki-laki dan perempuan. Kain penyeka diraba-raba pada daerah yang ingin diperiksa, untuk memungut beberapa sel. Sel ini dilumuri pada kaca dan diperiksa dengan mikroskop.

Tes refleks dipakai untuk menindaklanjuti hasil tes Pap yang tidak jelas. Tes ini dapat menunjukkan orang yang membutuhkan pemeriksaan lebih teliti atau pengobatan. Tes refleks menentukan jenis HPV yang ada dan apakah pengobatan agresif dibutuhkan.

Beberapa peneliti menganggap bahwa tes Pap pada dubur dan leher rahim sebaiknya dilakukan setiap tahun untuk orang yang berisiko lebih tinggi:

* Orang yang menerima seks anal (penis masuk pada duburnya)
* Perempuan yang pernah mengalami CIN
* Siapa pun dengan kadar CD4 di bawah 500

Namun peneliti lain menganggap pemeriksaan fisik dengan teliti dapat menemukan semua kasus kanker dubur yang ditemukan melalui tes Pap pada dubur.

Kutil kelamin dapat muncul antara beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah seorang terinfeksi HPV. Kutil dapat kelihatan seperti benjolan kecil. Kadang kala, kutil ini dapat menjadi lebih penuh dengan daging dan kelihatan seperti kol kembang. Semakin lama, kutil dapat menjadi semakin besar.

Umumnya, dokter dapat menentukan apakah kita mempunyai kutil kelamin dengan melihatnya. Kadang kala alat yang disebut anoskop dipakai untuk memeriksa daerah dubur. Jika perlu, contoh kutil dipotong dan diperiksa dengan mikroskop. Ini disebut biopsi.

HPV yang menyebabkan kutil kelamin tidak sama dengan virus yang menyebabkan kanker. Tetapi jika kita mempunyai kutil, kita mungkin juga terinfeksi jenis HPV lain yang dapat menyebabkan kanker.

Apakah Infeksi HPV Dapat Dicegah?

Tidak ada cara yang mudah untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HPV. Orang yang tidak menunjukkan tanda atau gejala infeksi HPV tetap dapat menularkan infeksinya.

Kondom tidak mecegah penularan HPV secara keseluruhan. Virus ini dapat menular melalui hubungan langsung dengan daerah kulit yang terinfeksi yang tidak diliputi oleh kondom.

Laki-laki dan perempuan yang aktif secara seksual mungkin sebaiknya melakukan tes Pap secara berkala pada vagina dan/atau dubur untuk mencari sel yang abnormal atau tanda awal kutil. Hasil positif dapat ditindaklanjuti untuk mengetahui apakah pengobatan dibutuhkan.

Vaksin bernama Gardasil untuk mencegah beberapa jenis HPV disetujui di AS pada 2006. Namun vaksin tersebut belum diuji coba atau disetujui untuk orang terinfeksi HIV.

Bagaimana Infeksi HPV Diobati?

Belum ada pengobatan langsung untuk infeksi HPV. Sistem kekebalan tubuh dapat “memberantas” infeksi HPV. Namun orang tersebut dapat tertular lagi. Displasia dan kutil dapat dicabut. Ada beberapa cara untuk melakukan ini:

* Membakarnya dengan jarum listrik (kauterisasi listrik) atau laser.
* Membekukannya dengan nitrogen cair.
* Memotongnya secara bedah.
* Mengobatinya dengan zat kimia.

Pengobatan lain yang kurang lazim untuk kutil termasuk obat 5‑FU (5‑fluorourasil) dan interferon alfa. 5‑FU berbentuk krim. Suatu obat baru, yaitu imikuimod, disetujui di AS untuk mengobati kutil kelamin. Sidofovir, yang aslinya dikembangkan untuk mengobati virus sitomegalia (CMV) mungkin juga dapat membantu memerangi HPV.

Infeksi HPV dapat bertahan lama, terutama pada orang HIV-positif. Displasia dan kutil dapat kambuh. Penyakit ini sebaiknya diobati sesegera mungkin untuk mengurangi kemungkinan penyebaran atau kambuh.

Garis Dasar

Virus papiloma manusia (HPV) adalah virus yang cukup lazim. Jenis HPV yang berbeda menyebabkan kutil atau pertumbuhan sel yang tidak normal (displasia) dalam atau di sekitar leher rahim atau dubur. Pertumbuhan sel tidak normal ini dapat menyebabkan kanker leher rahim atau dubur. Infeksi HPV pada alat kelamin disebarkan melalui hubungan seks.

Infeksi HPV dapat bertahan lama, terutama pada orang HIV-positif.

Tes Pap dapat menemukan pertumbuhan sel tidak normal pada leher rahim. Tes ini juga dapat dipakai untuk memeriksa dubur laki-laki dan perempuan. Walaupun tes Pap tampaknya cara terbaik untuk menemukan kanker leher rahim secara dini, pemeriksaan fisik dengan hati-hati mungkin cara terbaik untuk menemukan kanker dubur.

Tanda infeksi HPV – kutil atau displasia – sebaiknya diobati sesegera mungkin setelah dideteksi. Kalau tidak, masalah dapat menjadi lebih besar dan lebih mungkin kambuh setelah diobati.

4 Tanggapan to “Manusia Pohon? “Virus Yang Sangat Ganas!””

  1. sibermedik said

    Assalamualaikum, saran buat fatnan..jangan kulino kopipes (baca:copy paste) di blog.
    Biasanya akan sangat jarang yang mampir.

  2. drfatnan said

    Ok,terima kasih banyak mas pipeng, masukan anda sangat berarti utk saya..
    Insya Allah nanti lebih berbobot lagi
    Nuwun

  3. http://www.articlemuslim.blogspot.com
    open join

    MANUSIA AKAR VERSI WORLD

  4. emil said

    tolong dunk tentang manusia pohonnya ditambah lagi, tentang sel dan jaringannya,,, buat tugasQ kul ni…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: